Kopi mamavia vs Kopi petung



Beliau adalah seorang penggiat kopi dari ibu kota. Bukan main dedikasinya untuk kopi, petani kopi dan segala unsur tentang perkopian. 

Pagi itu kami menjemputnya dari pasar doro menggunakan duplak menuju petungkriyono desa binaan kami untuk melakukan cupping kopi dan memberikan edukasi tentang kopi kepada petani kopi dan pemuda lokal yang mengolah kopi.

 

Cupping dilakukan di salah satu kedai di wisata alam wello asri. Kami memang telah meminta beliau untuk datang dan mencicipi dan menganalisa kekurangan dan kelebihan kopi kami, sebelum datang ke petung dengan membawa dua varian kopi yang berbeda, ada kopi arabica petungkriyono dan mamavia milik @narakopi. .

Ketika cuppig ada warga lokal pemilik kebun kopi dan pemilik kedai yang kami singgahi berkata " aku ki ra doyan kopi mas pait kok, nduwe kebun tapi yo ra tau ditiliki kecuali nek wis meh panen tinggal dijupuki" katanya ( aku tidak suka kopi mas, punya kebunpun nggak pernah ditengok kecuali waktu panen tinggal petik)

Yaa memang warga lokal petungkriyono masih menjadi pemilik kebun kopi sajaa belum menjadi penikmat kopi milik sendiri.

Dan dari hasil cupping ada kesimpulan bahwa
"Kopi dari Perungkriyono aromanya keringnya sangat intense, baik yang espresso maupun yang filter. Untuk yang Toraja Mama Via Espresso, aromanya seperti coklat yang pekat, sedangkan yang filter seperti ada asem manis buah-buahannya. Dalem juga ni analisis temen-temen di Petungkriyono, seru niih hehehe" .

Kopi manapun memiliki keunggulanya dan kekuranganya masing-masing dan kembali lagi masalah kopi adalah masalah selera. Kalau seleramu pahit minumlah robusta kalau selaramu yang agak masam minumlah arabica .... 🤗🤗 .
.
.
.
#kopiarabika #kopipetung #kopihitam #tentangkopi #kopimamavia #well'okopi
#cuppingkopi #cuppingkopinusantara