I-YEV Camp 2019 : Berkemah Mengasah Jiwa Bisnis, Kepemimpinan dan Kerelawanan


Kegiatan I-YEV Camp yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu hingga Senin, 24-26 Agustus 2019  merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Grow To Give Indonesia bersama World Merit Indonesia Local Chapter Semarang yang telah diselenggarakan di Welo Asri, Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah. Kegiatan ini telah berlangsung selama tiga hari dua malam dengan mempertemukan mahasiswa Indonesia dengan pemuda lokal Petungkriyono agar saling berdialog dan menginspirasi satu sama lain dalam rangka perayaan hari pemuda internasional.

Dengan mengusung tema “Be a Leader Be a Socio-preneur!” serta tag line “Share - Care - Impact!”, IYEV Camp 2019  telah berhasil mengajak peserta baik itu mahasiwa dan pemuda lokal untuk belajar mengenai bisnis sosial dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat desa dan didampingi oleh para mentor yang ahli di bidang masing-masing selama proses belajar.


Adapun para mentor yang hadir di IYEV Camp 2019 setidaknya ada tujuh mentor  diantaranya Bio Hadikesuma (Founder Jogja Business Lab, Konsultan Bisnis, CEO Lima Pilar Inspirasi, dan Aktivis Sosial), Bezie Manggala (Founder Rekayan dan Konsultan Bisnis), Maulidan Isbar (CEO Kayuh Wooden Bike), Anang Darmawan (CEO Marc Indonesia dan Apperentice Jogja Business Lab), Mario Devan (Founder Dmaxx, Co-Founder Videon.id, Blogger, dan Digital Strategist, Emmy Surya (Founder Female-preneur Indonesia) dan tidak ketinggalan Founder Grow To Give Indonesia, Titik Rusmiati juga akan turut serta menjadi mentor dalam kegiatan ini.



Dengan ke-tujuh mentor tersebut, antusias para peserta IYEV Camp 2019 sangat tinggi, terbukti banyak peserta yang menginginkan IYEV Camp diadakan lagi ditahun depan , IYEV Camp tahun ini  telah membekali peserta dengan berbagai materi yang kurikulum pembelajarannya yang disusun secara komprehensif dan menyenangkan oleh penyelenggara kegiatan yang didampingi oleh Jogja Business Lab, diantaranya materi tentang personal development  yaitu mengenai hal-hal apa saja yang harus dibangun didalam diri kita karena pemenang tidak dilihat dari seberapa banyak pukulan yang dia dapat tetapi seberapa cepat dia bangkit dari pukulan yang dia dapat , disamping itu juga telah disampaikan materi mengenai bagaimana merancang ide bisnis, strategi branding, marketing online, melek finansial, dan mengajarkan bagaimana memulai langkah berwirausaha bersama masyarakat lokal dengan harapan yakni mencetak jiwa leadership, dan membangun socio-preneur.

Tak hanya diberikan materi saja, peserta diajak untuk menikmati keindahan dari desa Petungkriyono salah satunya yaitu melakukan ciblon di sungai wello. Disamping itu para peserta disuguhkan berbagai macam masakan khas desa petungkriyono buatan ibu lurah dan juga air nira.
Malam hari nya , kami melakukan kegiatan api unggun dan pentas seni yang merupakan persembahan  dari mahasiswa dan juga pemuda lokal , malam tersebut menjadi semakin indah pasalnya para peserta memakai baju adat daerah nya masing-masing dan tim rebana desa petungkriyono juga turut memeriahkan  acara pentas seni malam itu.
Acara ditutup dengan perayaan Hari Anak Muda Internasional berupa permainan dialam terbuka yang sangat seru dan kompetitif yang diberi nama “The Amazing Race of Petungkriyono” dan para peserta pulang menggunakan pajero.


Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi :
IG : @growtogive_id / @worldmeritsemarang
Line : @snp9567o
Facebook: Grow To Give / World Merit Semarang
E-mail: info.growtogive@gmail.com