Grow To Give Indonesia Kedatangan Tamu dari Jerman (Part 3)

Hi Changemakers!

Kemudian, tak lupa mereka bertemu dengan Bu Lurah, Bu Cahyono untuk berdiskusi terkait kondisi desa.

Ditemukan bahwa salah satu masalah yang masih terjadi di Desa Kayupuring adalah pengelolaan sampah. Sehingga Bu Lurah berinisiatif untuk membuat Bank Sampah yang harapannya mampu mengatasi masalah sampah di Desa Kayupuring.
Namun mereka masih membutuhkan bantuan berupa fasilitasi agar mampu menjalankan bank sampah itu dengan maksimal. Di kediaman Bu Lurah inilah Bärbel bersama rombongan mencicipi masakan rumahan khas desa dan Pekalongan.
Mulai dari mencoba garang asem yang kata mereka enak banget, tauto Pekalongan, hingga megono nangka dan megono rebung yang membuat mereka excited.

Katanya, ternyata bambu bisa diolah jadi makanan juga ya? Karena jarang sekali mereka menemukan olahan makanan dari bambu.
Di akhir kunjugan mereka di Pekalongan, mereka juga tetap sempatkan untuk mampir ke toko batik di Pekalongan, untuk membawa beberapa cindera mata untuk rekan kerja mereka disana.

Pekalongan dikenal sebagai World Creative City dari UNESCO dengan predikat Creative City of Crafts and Folk Arts, dengan kerajinan batiknya.

Thank you, Bärbel dan IFA, Germany sudah menyempatkan untuk berkunjung. Semoga jumpa dilain waktu!

Salam #TumbuhBareng
Grow Bigger To Live Better

#GrowToGive #Grow2Give #GrowToGiveIndonesia #G2G #YouthEmpowerment #Changemakers #IndonesianChangemakers #ChangemakerIndonesia #OrganisasiKepemudaan #IndonesianYouths #InspiringLeaders #IndonesianYouthLeaders
_____________
Follow Us on
Youtube Channel and Facebook : Grow To Give Indonesia
Instagram and Twitter : @growtogive_id
Website : www.growtogiveid.org
Email : info.growtogive@gmail.com